Riset kata kunci untuk toko online: Step by Step Keyword Research untuk SEO Toko Online

Riset kata kunci untuk toko online: Step by Step Keyword Research untuk SEO Toko Online

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang step-step dalam melakukan riset kata kunci, mari kita kenali dulu tentang tipe-tipe atau karakteristik suatu kata kunci.

1. Pengenalan Karakteristik Suatu Kata Kunci

Secara garis besar, suatu kata kunci itu terbagi menjadi 2 tipe kata kunci. Pertama adalah kata kunci “pencari informasi” dan yang kedua adalah kata kunci “buying keyword”.

a. Kata Kunci pencari informasi

Untuk kata kunci “Pencari Informasi” biasanya, kata kunci ini bersifat general dan tidak terkandung niatan sang searchers untuk membeli suatu melalui internet. Karakteristiknya biasanya sang pencari hanya mengetikkan satu kata saja, dan tidak begitu jelas. Sebagai contoh, kata kunci seperti ini adalah:

“mobil”
“motor”
“rumah”
“gambar mobil”
“gambar sepeda”
“cara melipat baju”
“cara mencuci pakaian”

Tipe-tipe kata kunci tersebut biasanya tidak meningkatkan konversi penjualan.

b. Kata kunci buying keyword

Lalu, untuk tipe kata kunci kedua adalah tipe “buying keyword”. Apa sih kata kunci buying keyword itu? Tipe kata kunci seperti ini biasanya bisa mengundang penjualan atau memiliki sales konversi yang tinggi.

Sebagai contoh ada orang yang ingin mencari tentang obat luka bakar yang parah, kemungkinan besar, ia akan mengetikkan di google obat luka bakar yang ampuh atau mungkin beli obat luka bakar online, dan masih banyak lagi lainnya.

Tipe-tipe kata kunci buying keyword ini ada masih banyak lagi yang lainnya, karakteristik dari kata kunci buying keyword biasanya mengandung kata; beli, jual, grosir, murah, ampuh, beli ___ online, jual _____ online. Sebagai contoh:

“beli sepeda online”
“beli obat herbal online”
“beli kerudung grosir”
“beli rumah di Jakarta”

Hal yang perlu diingat di sini, usahakan kata kunci yang kita kejar, tambahkan saja dengan kata kunci buying keywords tersebut di atas, dan usahakan lebih spesifik. Mengapa? Karena coba bayangkan, ada orang di cikarang yang ingin membeli motor satria yang baru dan sedang mencari dealer, kemungkinan besar ia bisa saja mengetikkan kata kunci yang sangat detail sampai tipe atau merek atau bahkan tahunnya juga

Sebagai contoh: ia mau beli motor Satria F150 Backlift warna hitam di cikarang tahun terbaru, maka kemungkinan ia bisa mengetikkan:

“Beli motor satria fu 150 backlift warna hitam di cikarang 2014”
“dealer jual motor satria fu 150 backlift warna hitam cikarang 2014”
“kredit motor satria fu 150 backlift warna hitam cikarang 2014”

Jadi, apabila kamu ingin kegiatan blogging kamu memiliki nilai konversi yang tinggi, coba saja tambahkan kata kunci yang termasuk karakteristik kata kunci “buying keyword” dan usahakan sedetail mungkin juga.

Dari salah satu blog saya yang menerapkan hal tersebut, memiliki konversi 1% ke atas setiap harinya, dan hal ini bertahan cukup lama lebih dari 1 tahun. Alhamdulillah

2. Brainstorming Keywords Toko Online: “KEYWORD BANKS”

Sudah paham tentang perbedaan tiap kata kunci? Sekarang tinggal bagaimana sih cara mengumpulkan kata kunci utama dan kata kunci turunan yang related atau memiliki hubungan dengan produk/jasa yang kita tawarkan?

Inilah fungsi dari brainstorming pengumpulan kata kunci. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk hal ini, di antaranya adalah:

a. Menggunakan tool gratis Google Keyword Planner

Google keyword planner, adalah sebuah tool yang disediakan google terutama bagi para advertiser/pengiklan untuk mengumpulkan kata kunci campaign mereka. Namun, kita sebagai seorang SEO, bisa juga memanfaatkannya untuk mengumpulkan kata kunci yang berhubungan dengan bisnis kita.

Bagaimana caranya?

1). Silakan buka link URL berikut ini: Google Keyword Planner.

Google keyword tool

2). Ada 4 pilihan yang bisa kita lakukan, untuk saat ini klik saja terlebih dahulu pada “Search for new keyword and ad group ideas”

Screenshot_2

3). Masukkan kata kunci utama

Screenshot_3

4). Klik pada bagian keyword ideas

Screenshot_4

5). Selanjutnya akan muncul kata kunci yang berhubungan dengan kata produk/jasa kita

Screenshot_5

b. Menggunakan Google Keyword Suggestion

Tahukah anda ada banyak keywords yang tidak muncul di Google Keyword Planner tetapi muncul di google search queries. Setiap kata kunci yang muncul di search queries, sudah pasti ada yang pernah mengetikannya di google.

Bagaimana caranya kita bisa memanfaatkannya? Berikut ilustrasinya.

1).  Buka Google.com atau Google.co.id lalu Ketikkan kata kunci produk/jasa yang kita tawarkan (bisa diambil dari Google Keyword Planner) yang tadi kita sudah lakukan pada bagian a.

Screenshot_1

2). Kumpulkan list-nya ke dalam excel

 

c. Menggunakan Tool Ubbersuggest.org

1). Buka http://ubersuggest.org, ketikkan kata kunci yang ingin kita cari

Screenshot_2

di bawah ini adalah hasil pencariannya

Screenshot_3

 

2). Klik select all keywords

Screenshot_4

 

3). Klik Get

Screenshot_5

 

4). Copy & Paste semua kata kunci yang berhubungan lalu Simpan dalam Keywords Bank anda

Screenshot_6

 

d. Menggunakan logika, berpikir, atau bertanya kepada orang terdekat

Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan pikiran kita sendiri dan orang di sekitar kita. Sebagai contoh, kita sedang menjual obat rematik.

Apabila kita ingin menggunakan logika atau pikiran kita sendiri, kita bisa mulai dengan memosisikan diri kita sebagai orang yang sedang memiliki penyakit rematik dan sedang mencari obatnya melalui google, apakah yang akan kita ketikkan? Bisa jadi “obat rematik yang ampuh”, atau “beli obat rematik resep dokter”, dan lain-lain.

Selain itu, kita juga bisa bertanya kepada teman, orang tua, kaka atau saudara kita, coba Tanya saja sebagai contoh kita Tanya, “kak, kalau kaka punya masalah rematik dan lagi mau cari obat rematik di google, bakalan ngetikkin apa?”

Setelah itu, kumpulkan list-nya ke dalam file excel “BANK KEYWORDS” kita.

 

e. Membuat Unrelated keyword-mapping

Pada kasus-kasus tertentu, mungkin ada kata kunci utama yang berhubungan dengan produk/jasa kita, namun kata kunci di sana sudah terlalu sulit atau mungkin kata kunci turunannya tidak kita bisa temukan.

Pada sebuah sekolah online yang pernah saya ikuti, ada seorang pemilik toko online yang menerapkan untuk menargetkan kata kunci lain yang berhubungan namun tidak menjadi kata kunci turunan.

Ia menjual sebuah obat diet dengan produk premium, namun kata kunci yang ia kejar adalah berhubungan dengan masalah-masalah dengan orang yang memiliki tubuh gemuk, sebagai contoh:

Kata kunci tentang baju atau celana yang kebesaran:

“celana untuk orang gemuk”
“baju untuk orang gemuk”

Atau bahkan ia menargetkan kata kunci yang tidak relevan, seperti:

cara memiliki wanita idaman

cara bermain golf yang baik (hobi orang kaya – sanggup membeli mahal)

Namun untuk cara yang ke empat ini, akan sangat besar kemungkinannya, orang malah menanyakan kata kunci yang kita targetkan tersebut, maka dari itu, Peran Penulisan ARTIKEL menjadi sangat penting.

3. Filtering N Sorting Kata Kunci

Setelah kita mengetahui tipe kata kunci dan mengumpulkan kata kunci yang relevan pada Keywords Bank kita, sekarang saatnya kita memfilter atau menyortir kata kunci untuk kita buat kontennya.

Ada banyak sekali konsep yang kurang tepat di sini, dahulu saya banyak mencari kata kunci yang MEMILIKI JUMLAH PENCARI BANYAK tetapi SAINGAN SEDIKIT. Apa mungkin?

Mungkin saja ada, tetapi hal yang perlu diingat adalah semakin bagus kata kunci tersebut (jumlah pencari banyak dan saingan sedikit), kalau banyak yang tahu dan memiliki pemikiran yang sama, akan semakin banyak pula orang yang mengejar kata kunci tersebut.

Jadi, untuk pemula, cari saja sekarang dan UTAMAKAN kata kunci yang memiliki searches cukup (sekitar lebih dari 100 searches per bulan) dan memiliki persaingan sesuai dengan kemampuan.

Sekarang pertanyaanya adalah, apa sih parameter suatu kata kunci itu mudah, sedang dan susah?

Jawabannya adalah: BANYAK dan kita tidak akan bahas secara detail di sini untuk saat ini karena ada banyak sekali parameternya, akan ada saatnya nanti J

Namun untuk pemula, salah satu parameter yang bisa digunakan dan lumayan akurat adalah menggunakan ALLINTITLE:KEYWORD dan ketikkan di google.

Parameternya adalah:

0-1000                 : mudah

1000-10.000       : sedang

>10.000               : sulit

Jadi, sebagai kesimpulannya, carilah kata kunci yang jumlah searchesnya minimal 100-1000 searches/bulan saja terlebih dahulu, utamakan yang BUYING KEYWORDS dan memiliki persaingan allintitle 0-1.000.

Dengan mengandalkan ketiga hal ini saja dan menduplikasikannya pada banyak kata kunci lain (sebagai contoh 1000 kata kunci), insya Allah toko online ini kita bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang banyak.

4. What To Do Now?

Lalu, apa yang anda harus lakukan sekarang?

Kumpulkan minimal 100 kata kunci dengan kriteria:

1. Jumlah searches: 100-1000 perbulan

2. Buying keywords

3. Allintitle antara 0-1000

Utamakan kata kunci yang sesuai dengan kriteria di atas terlebih dahulu yah.

Let’s Do It Together

(Visited 1,055 times, 2 visits today)

2 Comments

  1. abdurrachim August 7, 2018
    • BlogMarketer.id August 7, 2018

Leave a Reply