Penulisan Bisnis Model Canvas Untuk Toko Online

Penulisan Bisnis Model Canvas Untuk Toko Online

Note: Artikel ini adalah intisari buku Business Model Generation karangan Alexander Osterwalder & Yves Pigneur pada tahap canvassing. Penulisan bisnis model ini bisa diterapkan pada bisnis online yang sedang kita buat.

Saat ini, banyak sekali advice yang menyatakan bahwa untuk memulai bisnis, bakar saja bisnis plan mu. Atau jangan buat bisnis plan, karena nantinya akan banyak sekali perhitungan dan membuat kita bingung yang akhirnya kita tidak jadi menjalankan bisnis kita. Apa benar?

Ya ada benarnya juga apabila perhitungan kita terlalu rumit dan mendetail sehingga kita sendiri pun bingung akan hitungan bisnis kita dan menimbulkan perasaan takut rugi atau takut gagal.

Namun, di lain sisi ada advice juga yang menyatakan bahwa “Tanpa sebuah rencana maka kita sama saja merencakan kegagalan”. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Tidak usah diambil pusing yah, karena yang terpenting adalah kita MEMULAI BISNIS-nya, bukan hanya MERENCANAKANNYA saja. Kalau kita fun dengan tanpa rencana ya silakan, namun kalau merasa bingung karena tidak ada rencana, di bawah ini ada sebuah solusinya. Penulisan model bisnis yang mudah dan simple yang bisa kita terapkan dalam menjalankan bisnis online dengan Business Model Canvas.

Pada intinya ini memiliki 9 blok dasar yang harus kita isi sebelum kita memulai bisnis kita. Penulisan Bisnis Model Canvas Untuk Toko Online

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Pelanggan ini sangat penting sekali di dalam sebuah bisnis, sebelum kita memikirkan produknya atau jasanya mau seperti apa, tentukan dulu siapa sih pelanggan tertarget kita yang ingin kita bantu selesaikan masalahnya? Terus apa pentingnya dalam penerapan strategi SEO kita?

Dari pasar yang tersegmentasi dan telah dijelaskan dengan baik ini, kita bisa menambahkannya nanti ketika brainstorming kata kunci seo yang ingin kita target. Sebagai contoh, apabila pasar utama kita adalah orang yang memiliki masalah dengan berat badan (kelebihan berat badan atau obesitas) dan mereka ingin diet. Pasarnya bisa kita segmentasikan kepada orang yang:

  1. Ingin diet tetapi tidak ingin olahrga
  2. Orang yang diet (pria)
  3. Orang yang diet (wanita)
  4. Orang yang diet adalah wanita yang sedang menyusui
  5. Orang yang diet adalah wanita yang baru saja melahirkan

Singkatnya, di sini kita harus tau betul bagaimana kondisi/profil dari target market kita, untuk nantinya data ini kita gunakan untuk brainstorming/mengumpulkan kata kunci untuk kita optimasi nantinya. Makanya pengetahuan akan produk yang akan kita jual di sini sangat penting. Baik kegunanaan, cara pemakaiannya, sertifikasinya, efek sampingnya (kalau ada), dan informasi lainnya.

2. Value Propositions (Proposisi Nilai)

Pada intinya, value proposition ini adalah APA yang kita TAWARKAN kepada pelanggan, kalau kita membuka usaha catering, coba pikirkan apa bedanya usaha catering kita dibanding dengan penyedia catering lainnya? Value propositions bisa juga disebut sebagai keunikan produk (benefit lain) di banding dengan pesaing kita.

Bentuk-bentuk dari proposisi nilai ini bisa berbeda-beda dari setiap produk:

a. Perbedaan dalam harga Bisa jadi harganya menjadi lebih murah, atau lebih terjangkau untuk target market kita, atau bahkan bisa juga ini dalam bentuk gratis (model bisnis freemium) seperti skype.

b. Pengurangan Resiko Pada poin ini, kita bisa menawarkan hal-hal yang membuat keraguan customer kita hilang, seperti kalau barang rusak ada garansinya atau tidak? Atau kalau saya tidak suka produknya bisa di refund atau tidak?

c. Desain Kalau kita menawarkan produk seperti fashion atau jasa desain, kita bisa bermain di sini. Value utama kita bisa jadi adalah desain yang lebih kontemporer atau desain yang lebih baik di banding pesaing kita.

3. Channels (Saluran)

Channels ini bahasa lainnya adalah traffic generation (untuk bisnis online). Dengan metode marketing apa kita bisa memberi tahu calon customer kita akan value yang kita miliki. Untuk toko online channels yang bisa kita gunakan adalah SEO (Search Engine Optimization), SEM, Social Media, Email Marketing ataupun BlackBerry Marketing, ini adalah beberapa teknik traffic generation yang cukup terkenal dan biasa digunakan saat ini.

4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)

Customer Relationships atau hubungan pelanggan pada dasarnya didorong oleh ketiga hal berikut ini:

  • Akuisisi pelanggan
  • Retensi (mempertahankan) pelanggan
  • Peningkatan penjualan (upselling)

Berangkat dari ketiga motivasi dasar tersebut, kita bisa membuat sebuah hubungan khusus dengan customer segment yang telah kita tentukan. Hubungan ini bisa berbentuk komunitas seperti contohnya TheBestSpinner (sebuah tool rewriter), ia ada forum tempat berkumpulnya user TBS tersebut untuk membahas mengenai teknik atau cara menggunakan tool tersebut secara efektif. Tujuannya bisa jadi untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, atau mungkin juga menjual produk mereka yang lainnya.

5. Revenue Streams (Arus Pendapatan)

Arus pendapatan adalah hal terpenting di dalam sebuah bisnis apalagi bagi UKM yang orientasinya adalah harus laku saat ini, atau hidup mati (Riyeke – Founder Ipaymu). Maka dari itu, untuk membuat sebuah bisnis online/toko online, tentukan revenue streams dengan baik dan jelas, dalam hal ini kamu bisa melihat dan juga menambahkan list kriteria dalam memilih bisnis online mu.

6. Key Resources (Sumber Daya Utama)

Key resources pada intinya adalah sumber daya ini sangat vital perannya dalam menciptakan value dan mengirimkannya pada calon customer yang telah kita tentukan. Sumber daya utama ini bisa berbentuk manusia (karyawan), financial (keuangan) dan fisik (gedung, meja, dll).

7. Key Activities (Aktivitas Kunci)

Setiap bisnis online biasanya membutuhkan aktivitas kunci. Aktivitas ini yang nantinya memastikan bisnis online kita bisa berjalan dengan baik. Sebagai contoh, kalau saja kita membuka jasa seo, maka aktivitas kunci kita yah yang pasti mengoptimasikan kata kunci yang telah diorder, atau menjaring calon customer.

8. Key Partnerships (Kemitraan Utama)

Saat ini banyak sekali orang yang mengatakan bahwa saya tidak memiliki modal untuk memulai suatu bisnis. Padahal, sebenarnya kalau saja mereka memahami konsep kemitraan ini, mereka bisa memulai dari apa yang mereka punya. Makanya pengetahuan itulah yang lebih penting andai kita belum memiliki modal.

“Knowledge Comes First”

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Biaya atau cost yang harus kita keluarkan pada bulan-bulan pertama sangat penting untuk kita catat. Apabila model bisnis kita adalah dropshipper toko online local, maka biaya yang mungkin kita keluarkan adalah biaya internet, biaya untuk domain dan hosting. Lalu bagaimana penerapannya pada toko online? tetap stay tune yah, berangkat dari penulisan bisnis model canvas ini kita akan mulai masuk ke materi pertama seo, riset keyword (brainstorming kata kunci).

How to Pull It Together?

Case Penulisan Bisnis Model untuk “Kursus Bahasa Arab” Pada Belajar Bisnis Online from Zero to Hero with Forum SEO Master Indonesia dan MedsaInteractive.com

(Visited 1,912 times, 2 visits today)

Leave a Reply