Memilih Channel Digital Marketing untuk Bisnis Anda: Dari Mana Saya harus Memulai?

Editor’s Note: Hey, thanks for coming to this slice of articles. Saya , passionate and digital marketing enthusiast. Apabila kamu ingin mengetahui saya lebih lanjut, check this out about me. Happy reading.

Anda sudah memiliki sebuah bisnis model yang keren? GOOD. Sudah membangun sebuah MVP atau produk atau service untuk ditawarkan ke target market kamu? GREAT.

Langkah selanjutnya yang sangat penting adalah bagaimana ya cara menentukan channel untuk marketing kamu? Terlebih lagi kamu memutuskan untuk memasarkan produk kamu secara online dengan budget terbatas.

Mungkin beberapa pertanyaan kamu, “Mulai dari mana ya?” “saya pakai SEO, atau Facebook Ads aja ya?” “Saya pakai Google Adwords atau Instagram Ads ya?” “Mana sih Channel yang harus saya dahulukan?”

Terlebih lagi, apabila saat ini kamu memiliki budget yang terbatas. Akan ada banyak sekali opsi dengan sedikit resource. Kalau bahasa ekonominya, kamu harus memikirikan Opportunity Cost yang memberikan ROI tertinggi.

Pada artikel kali ini, kita akan mengexplore lebih lanjut step-step cara memilih channel digital marketing yang tepat ketika kamu baru ingin memulai atau ingin menambah channel pemasaranmu.

Tenang, jawabannya bukan hanya “TERGANTUNG” sst, let’s go deep down dude.

Let’s say, kamu saat ini menjual produk skin care, atau mungkin fashion apparels, atau mungkin software. Ada setidaknya 3 step awal yang bisa kamu ikuti.

Tips Memilih: Jawab 3 Pertanyaan Ini Dulu 

Pertanyaan 1: Siapa Target Market Anda? Definiskan Profile Mereka

Hal pertama yang perlu kamu tanyakan sebelum memilih channel yang tepat adalah Siapa sih target Market saya?

Kamu bisa melakukan customer profiling atau customer mapping. Tentukan berdasarkan karakteristik mereka. Berikut ini ada beberapa langkah untuk melakukan customer mapping.

Oiyah, supaya mudah diingat. Coba selalu gunakan patokan ini, hmm ada banyak opsi yang bisa kamu pilih, setidaknya ini ada salah satu caranya

S – T – P – D

Segmenting

Cobalah untuk menyegmentasikan customer target kamu, segmentasi berdasarkan demografi (umur, gender), social class (A – B – C – D – E) apakah dia kelas A yang memiliki income tinggi, atau mungkin D yang cenderung kelas menengah bawah.

Proses pertama dari marketing steps ini sangat penting, karena there’s no product fit for all.

Targeting

Setelah kamu melakukan segmenting, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah memilih 1 kolom bagian hasil segmentasi kamu pada tahap pertama.

Demographic mereka seperti apa, social class mereka, lifestyle, psychographic dan lain sebagainya.

Positioning

Pada saat ini, target market biasanya memiliki lebih dari 5 macam opsi dalam 1 target market yang sama.

Mengetahui hal itu, menjadi sangat penting untuk kamu sebagi pemilik brand untuk melakukan positioning dan branding.

Hal ini sangat diperlukan supaya brand kamu bisa memiliki tempat khusus di benak konsumen.

Differentiation

Setelah melakukan segmentasi, targeting dan juga positioning branding, kamu juga harus menentukan strategi diferensiasi produk mu.

Apakah ia lebih tahan lama? Lebih berkualitas? Lebih murah? Menangani maslah lebih cepat? Diproses dengan lebih aman? Tentukan strategi diferensiasi mu supaya produkmu bisa memiliki tempat yang lebih khusus lagi di benak konsumen.

Setelah melakukan S – T – P – D di atas, kamu akan memiliki atribut khusus yang sangat sesuai dengan target market kamu. Tips lainnya, supaya kamu bisa lebih mengingat dengan mudah, coba lah untuk membuat personifikasi lengkap dengan gambarnya.

Sebagai contoh, Denny menjual produk anti aging khusus wanita, harga yang ia setting terbilang tinggi Rp500 ribu untuk 1 pc produk, berikut ini bisa menjadi personifikasi nya:

Nama: Diana
Umur: 34 Tahun
Pekerjaan: Assistant Manger di MNC
Tempat Tinggal: Pondok Indah, Jakarta
Range Penghasilan: >Rp10.000.000
Social Class: Class A
Website yang Biasa dikunjungi: Female Daily
Social Media yang dimiliki: Instagram, Whatsapp, Youtube

Untuk brand yang sudah berjalan dan memiliki list database, akan sangat mudah untuk melakukan proses personifikasi ini, karena kita hanya perlu melihat database customer yang telah ada.

Beda ceritanya lagi, apabila brand nya baru mulai, karena tidak memiliki database, kamu bisa coba meng-interview “prospect” atau calon target market kamu.

Gali informasi lebih dalam dan lebih mendalam lagi. Semakin detail informasi yang kamu miliki tentang target market kamu, akan semakin mudah kamu untuk menentukan channel digital marketing yang akan kamu gunakan.

Pertanyaan 2: Cari Tahu Dimana Mereka biasa Berada?

Step selanjutnya, yang harus kamu lakukan setelah membangun customer profiling adalah “Cari tahu dimana mereka berada?”

Pertanyaan yang tepat untuk memilih channel marketing yang tepat adalah dimana calon prospek biasa berada.

Jangan lah langsung berpikir apa saya pakai IG Ads yah? Atau saya pakai SEO yah? Atau pakai Facebook Ads yah? Tetapi berpikirlah untuk bertanya dimana calon target market saya berada.

Jawablah pertanyaan ini secara mendetail terlebih dahulu, website yang biasa mereka kunjungi, social media yang mereka miliki, media atau majalah yang biasa mereka baca.

Kamu juga bisa men-dig down hobi mereka, bacaan yang biasa mereka baca sehari-hari.

Setelah mengetahui hal ini secara mendetail, let’s say mereka biasanya memilii akun instagram, akun instagram apa yang biasa mereka follow. Atau mereka likes, comment dan menarik untuk mereka.

Apabila kita lihat case yang tadi, misalkan Diana memfollow akun rahasia gadis, dan ibu hamil. Kamu bisa langsung saja menggunakan Paid Endorse di akun tersebut.

Opsi lainnya kamu bisa menargetkan mereka menggunakan Instagram Ads dengan sesuai dengan customer profiling Diana, data-data yang kamu kumpulkan pada tahap pertama akan sangat bermanfaat di sini.

Pertanyaan 3: Pilih Channel yang tepat sesuai Channel Anda

Setelah kamu mengetahui tempat atau platform yang biasa digunakan oleh target market kamu, pilihlah channel digital marketing yang tepat sesuai dengan hal tersebut.

Kalau biasa berkumpul di social media instagram, gunakanlah instagram Ads, gunakanlah Paid Endorse. Apabila biasa menonton Youtube, gunakanlah Google Adwords khusus Display Network.

Apabila biasa aktif di forum online tertentu let’s say female daily, kamu bisa kontak langsung pihak female daily untuk program advertising bersama mereka.

Pada akhirnya, dengan melakukan ketiga hal tersebut di atas, kamu bisa menghemat initial iklan budget yang efektif untuk pemasaran kamu.

Hal Perlu Kamu Ingat Sebelum Melakukan Hal Di Atas

Melakukan customer profiling? Sudah. Mencari tahu dimana prospect biasa berada? Sudah. Menentukan channel digital marketing untuk dipilih pada saat awal? Sudah.

Apabila kamu sudah melakukan ketiga hal tersebut di atas, ada beberapa poin yang kamu harus ingat. Apapun channel yang akan kamu pilih pertama kali, sebelum kamu memulai campaign iklan kamu siapkanlah presence online kamu.

Beberapa di antaranya yang penting adalah:

  • Website

Membangun website official mu sendiri sangat penting, supaya kamu bisa meningkatkan kredibilitas dan juga authority dari brand kamu.

Selain itu, install-lah Google Analytics, pixel facebook dan juga adwords retargeting list supaya proses yang kamu lakukan bisa kamu scale-up lebih lanjut ke depannya.

  • Social media: facebook, instagram, youtube

Yap, social media presence menjadi sangat penting kian harinya. Beberapa social media yang sangat hype-in saat ini adalah facebook, instagram dan youtube.

Ketika di awal sebelum kamu launch campaign mu, cobalah buat beberapa platform di atas dan jangan lupa isi kontenya beberapa. Isilah blog website kamu dan share lah di facebook, instagram.

Untuk youtube, mulailah membuat beberapa vlog sederhana terkait brand kamu.

Start now, dan jangan terlalu ingin perfectionist. It’s always better done than perfect. Perfecting the process seiring berjalan waktu saja.

  • Email marketing Opt-in

Poin penting lainnya yang bisa kamu prepare adalah email marketing opt-in, kita akan membahasa ini lebih lanjut secara mendetail pada sesi email marketing ya.

Email marketing menjadi channel yang sangat krusial saat ini, karena coba bayangkan tidak mungkin ada smartphone yang tidak ada email login di awalnya bukan?

Mau itu android, iOs atau mungkin windows phone, kamu akan sangat diwajibkan memiliki alamat email sebelum mendaftar. Jadi, mulailah develop email marketing list kamu.

  • Marketplace (Optional)

Last but not least, kamu juga bisa membuka akun marketplace kamu mungki di Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain sebagainya. Manfaatkan hal tersebut untuk menjaring lebih banyak traffic generation kamu dan meningkatkan presence online kamu.

Semua channel yang disebutkan di atas cenderung gratis, dan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas brand kamu.


Sudah Menentukan Channel yang Tepat dan Mulai Campaign? Apa yang Harus Saya Lakukan Sekarang?

Campaign channel kamu sudah dimulai? Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan, biasanya entah itu channel advertising atau yang organic (free), kamu mungkin saja berhasil pada percobaan pertama atau malah boncos (did not work well).

Kalau itu yang terjadi (tidak berjalan baik), jangan kecewa dulu, tetap lakukanlah split testing, tweaking dan evaluasi. Proses ini dinamakan iteration process.

Apabila sebuah campaign sudah berhasil atau kamu sudah menemukan sebuah winning campaign dalam sebuah winning channel marketing, saatnya sekarang untuk melakukan campaign scaling. Bagaimana sih caranya?

CHANNEL SCALING STRATEGY

1. KUMPULKAN LIST

langkah pertama untuk melakukan scaling adalah mengumpulkan list database customer kamu. Sejak visitor website pertama kali dan juga pembelian pertama, selalu ingatlah untuk membuat customer database.

Ada dua customer database yang harus kamu kumpulkan: list database customer dan list pixel atau retargeting list database.

  • Kumpulkan list Database Mereka

List database customer yang sangat penting untuk dikumpulkan adalah: nama lengkap, nomor hp, email, tanggal lahir, jumlah pesanan dan juga interval pemesanan customer.

Data-data ini sangat diperlukan untuk keperluan campaign pemasaran brand kamu ke depannya. Sebagai contoh, informasi tanggal lahir diperlukan untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada customer kamu. Apabila ini dilakukan akan tercipta sebuah ikatan antara brand dengan customer.

Yang pada akhirnya akan meningkatkan trust dan juga sales kamu.

  • Kumpulkan list pixel dan retargeting

List kedua yang perlu kamu kumpulkana dalah list pixel audience (Facebook) dan juga list targeting (Google Adwords).

Faktanya, orang akan membeli suatu brand (mempercayai / trust / memiliki tempat khusus di benak customer) apabila suatu brand terekspose minimal 6x.

Disinilah peran list pixel dan retargeting yang bertujuan untuk menargetkan audience campaign yang telah “berinteraksi” dengan salah satu channel platform kamu.

Yang nantinya mereka akan melihat brand kamu lagi dan lagi.

Simple-nya, pernah kan kamu misalkan melihat suatu produk misalkan di Tokopedia, kamu melihat produk charger laptop asus misalkan. Karena kamu melihat-lihat saja, lalu kamu close tab halaman produk tersebut di Tokopedia.

Ketika kamu membuka website lain misalkan kamu buka Facebook. Hm tiba-tiba muncul iklan Tokopedia yang menampilkan gambar charger asus yang kamu lihat tadi.

Nah di sinilah peran retargeting ads berlaku. Tujuannya untuk meningkatkan eksposure brand kamu di benak konsumen.

2. KEEP REMINDING THEM

  • Bangunlah relationship dengan customer anda

Ada strategi lain untuk membuat brand kamu lebih memiliki ikatan yang kuat dengan konsumen. Mulailah bangun relationship khusus dengan konsumen kamu.

Sebagai contoh, kamu bisa membuat group khusus di Facebook. Atau mungkin di Instagram. Sesekali berilah Giveaway atau mungkin Meet and Greet untuk membahas topic tertentu.

Serangan berbagai macam brand yang ada saat ini semakin ketat, dan persaingan pun akan semakin ketat. Brand yang memiliki positioning tepat dan hubungan khusus dengan customer lah yang akan memenangkan persaingan.

Jadi mulailah pikirkan juga relationship apa yang akan kamu bangun dengan customer mu?

3. HOW TO SCALE MORE AND MORE?

  • Use lookalike audience

Membangun relationship sudah, membangun list database sudah. Sekarang kita membahas sebuah fitur pemasaran yang bisa kamu gunakan dalam Facebook Marketing, Look Alike Audience.

Yapp, fitur ini bisa membuat kamu menargetkan orang lain di akun facebook yang sejenis dengan custom karakteristik dengan yang kamu telah tentukan.

Anggaplah seperti ini, kamu memiliki 100 customer database yang berusia 40-60 tahun, mereka sudah menikah, tinggal di Indonesia dan menggunakan Apple products.

Dengan menggunakan fitur lookalike audience ini, kamu bisa menargetkan orang-orang yang memiliki karakterisitik yang sama dengan 100 orang yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Dengan begitu, kamu bisa menjagkau orang lebih banyak lagi dengan target audience ideal kamu. Menarik bukan?

WHAT TO DO NOW?

Sudah terjawab kan? Cara menentukan channel yang tepat ketika kamu pertama kali memulai?

Jadi mau apapun produk kamu, mulailah selalu dengan siapa target market kamu, apa karakteristik mereka, dimana mereka biasa berkumpul.

Mulai dari sana, bangun relationship khusus, kumpulkan database dan scaling channel kamu seiring berkembangnya list database kamu.

(Visited 271 times, 1 visits today)

Leave a Reply