Framework 3 Step Digital Marketing untuk Melejitkan Performa Bisnis Anda

Editor’s Note: pada artikel kali ini, saya akan mebahas tentang sebuah framework digital marketing yang bisa diterapkan di hampir semua bisnis Anda. Framework ini saya coba adaptasi dari beberapa sumber seperti dari digitalmarkter.com ala Ryan Deiss, Blogmarketingacademy.com ala David Risley dan juga Funnel ala Richard Brunson. Good news nya, saya juga sudah mencoba framework ini di berbagai bisnis seperti food blogging, property, konsutrsi, skin care, herbal sampai fashion. Go check it out!

Dahulu, sekitar tahun 2012an, waktu itu saya baru mempelajari tentang bisnis online. Mempelajari tentang membuat website pakai wordpress dan bisnis modelnya sederhana, hanya jasa membuat artikel untuk mengisi blog.

Saat itu juga, pertama kali mengenal traffic generation SEO (Search Engine Optimization). Waktu itu saya kekeuh, kalau mau jualan online ya cukup buat website dan SEO-kan saja, ga usah ribet-ribet bayar iklan, ga usah ribet-ribet facebook page apa lagi instagram.

Duh ! idealisme anak muda 😀

Sampai akhirnya, saya mempelajari lebih lanjut., belajar tentang facebook ads, mempelejari tentang google adwrods. Bertemu orang yang paham tentang google adwords dan berhasil di sana.

Dan akhrinya terbuka akan integrasi semua channel online tersebut. Ternyata, kita jangan cuma focus atau dalamin 1 saja missal SEO, tapi cobalah untuk integrasikan semua channel yang ada.

Nah, pada artikel kali ini, saya akan share tentang salah satu cara atau framework yang mengintegrasikan semua dot dot tersebut.

Video Durasi 5 menit
Framework 3 Step Digital Marketing

Pada dasarnya framework ini terbagi menjadi 3 fase utama. Mari kita bahas satu per satu:


Fase 1: Decide your Product/Market Fit

Pada fase pertama ini, pada dasarnya adalah sebuah proses dimana anda harus menentukan produk atau bisnis yang ingin difokuskan.

Ada banyak sekali lho yang bisa dikerjakan secara online. Namun lazimnya ini ada beberapa metode bisnis online yang biasanya dilakukan internet marketer di Indonesia:

  1. PPS (Pay per sale) – Toko Online (Online Shop) Jual Produk Sendiri atau Affiliate
  2. PPC (pay per click)
  3. PPL (Pay Per Lead)

Nah tugas Anda di sini sebenarnya, hanya memilih saja 1 untuk difokuskan di awal. Saran saya fokuslah untuk develop 1 jenis bisnis model terlebih dahulu sebelum diversified ke berbagai bisnis model lainnya.

Nah, sebelum menentukan bisnis model atau produk yang ingin dibangun, ada banyak sekali tool yang bisa anda gunakan. Mengenai hal ini ada beberapa artikel/guidebook dari apa yang saya pelajari selama ini. So let’s go check itu out:


Fase 2: Choose your traffic source

Fase kedua adalah memilih traffic source atau channel digital marketing yang tepat untuk Bisnis Anda. Nah channel di online saat ini jumlahnya ada banyak sekali.

Untuk mengetahui ada apa saja content digital marketing yang bisa kamu pilih, bisa baca di sini: 3 Jenis Traffic Online yang Harus Kamu Ketahui.

Nah, kalau kamu sudah tahu apa saja jenis traffic online yang bisa kamu pilih, saatnya seakarang adalah channel mana yang tepat yang harus saya pilih, untuk itu kamu bisa membacanya di sini Memilih Channel Digital marketing yang tepat.

Pada dasarnya, untuk memilih channel digital marketing yang tepat, yang benar adalah Anda harus tahu dulu siapa target market Anda secara tepat.

Sangat di sarankan untuk membangun customer persona. Siapa mereka, umur berapa mereka, apa saja hobinya. Biasanya mereka akan hang out di mana sih, dan lain sebagainya.

Dengan cara seperti itu, setelah memahami target audience yang benar-benar, barulah nanti Anda bisa memilih channel digital marketing yang tepat.


Fase 3: Determine your sales funnels

Pada tahap terakhir, ini adalah sales funnels. Sales funnels adalah corong penjualan. Pada dasarnya, di sini Anda harus membuat sebuah penawaran produk dari yang murah dulu, mulai ke mahal, lalu lebih mahal lagi lalu lebih mahal lagi.

Pada sales funnels ini terbagi menjadi beberapa session. Berikut adalah beberapa offer yang bisa Anda banging

1. Lead Magnet Offer

lead magnet adalah offer pertama anda kepada calon customer. Biasanya di sini adalah anda menawarkan sesuatu seperti ebook, guidebook, gratis voucher atau promo hanya dengan mereka mendaftarkan alamat email mereka.

Focus utama pada lead magnet offer ini adalah customer memberikan email untuk nantinya anda akan follow up secara otomatis.

Sebagai contoh misalkan anda memiliki skin care online. 1 hal yang bisa dijadikan lead magnet offer contohnya adalah, masukkan email Anda dan dapatkan ebook untuk menghilangkan masalah jerawat dalam 3 hari langsung ke email Anda.1

2. Trip Wire

offer kedua ini adalah tentang penawaran kedua. Di sinilah cukup krusial. Dimana anda akan mengubah mindset customer list anda pada lead magnet offer menjadi berbayar.

Biasanya pada tahap ini, offer produk yang ditawarkan up to Rp 100.000 saja. Fungsinya adalah memisahkan mana calon customer pada list lead magnet anda yang freebies dan mana yang siap menjadi buyer anda.

Sebagai contoh misalkan anda memiliki skin care online. 1 hal yang bisa dijadikan trip wire offer contohnya adalah dapatkan krim malam soothing gel untuk menghilangkan masalah flek dan kulit kusam dengan harga Rp99Ribu.

Offer ini khusus anda berikan kepada orang-orang yang ada dalam list email anda di lead magnet offer.

 3. Core Products

pada tahap ketiga dari product offer anda, ini adalah penawaran utama Anda. Kalau bermain di produk skin care contohnya, di sinilah anda memberikan paket produk yang lebih lengkap dengan harga yang lebih mahal.

Misalkan paket produk perawatan wajah berjerawat lengkap dengan isi 5 item seharga 400 ribu misalkan. Inilah yang menjadi core offer produk anda.

4. Profit Maximizer

Pada offer product yang terakhir, ini adalah profit maximizer. Seperti yang kita ketahui, salah satu meningkatkan revenue adalah membuat seseorang itu membeli dalam jumlah yang lebih banyak setiap pembelian.

Pernah kah Anda pergi ke MCD, ketika membeli paket ayam dan nasi lalu sang seller menawarkan anda untuk membeli CD? Atau membeli Kentang dan Soda dengan hanya tambah 10 ribu saja?

Atau mungkin anda pernah juga kah pergi ke Alfamart? Ketika membayar, sang seller menawarkan anda untuk membeli pulsa juga?

Yap, inilah fungsi profit maximizer. Di sini anda bisa menawarkan produk yang walaupun harganya murah dan profit marginnya kecil, tetapi kalau dikali ribuan sales bisa menjadi besar juga.

Sebagai contoh apabila anda menjual produk skin care, otomatis produk yang dibuat sebagai profit maximizer misalkan bedak sample, atau lip matte sample.


Sudah paham sekarang? Nah untuk pemula di digital marketing dan bisnis online. Saya menyarankan untuk membuat cukup 1 bisnis model saja dan cobalah dalami tentang 1 channel digital marketing yang cocok dengan customer persona Anda.

Misalnya, focus jualan hijab dan memasarkannya pakai instagram marketing. Atau focus bisnis model skin care dan focus jualannya pakai google ads.

Untuk guide yang lebih rinci, kamu bisa membacanya di sini: Tentukan Bisnis Model Anda.

(Visited 121 times, 1 visits today)

Leave a Reply