Hai, selamat datang di guide series tentang Digital Marketing Framework.

Perkenalkan nama saya Ubaidillah Mughni, saya seorang young digital marketer dan sudah berkecimpung di dunia internet marketing selama 6 tahun terakhir. Saat ini saya juga sebagai head of digital marketing PT. KHI, sebuah perusahaan manufacture partner yang menerima jasa maklon & private label khusus produk skin care, body care, hair care, kosmetik (lip matte, maskara, eyebrow, eyeliner) dan produk FMCG lainnya.

Terima kasih ya sudah berkunjung di website ini. Apabila Anda ingin mengetahui saya lebih lanjut, bisa klik di sini.  Nah cukup ya perkenalannya, ini bukan tentang saya tetapi ada yang lebih penting.

Apa itu? ini adalah tentang Perjalanan Anda di dunia bisnis online dan digital marketing.

Apa Kamu sedang mencari tutorial dan juga pembelajaran digital marketing yang lengkap? Panduan Pemula: Digital Marketing Framework ini berisikan tips dan insight tentang digital marketing untuk pemilik bisnis, corporate marketers, mahasiswa atau pelajar atau siapapun yang ingin mendalami digital marketing. Enjoy !


Tentang Panduan Pemula:
Digital Marketing Framework untuk Meningkatkan Performa Bisnis

Apa Itu Digital Marketing?

Digital Marketing adalah salah satu istilah pemasaran yang medianya menggunakan digital channels. Ada banyak sekali research paper baik di Indonesia maupun di luar negeri yang membahas tentang Digital Marketing.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali contoh-contoh bisnis, baik itu berskala MNC (multi national companies) maupun UKM yang berhasil meningkatkan penjualan bahkan menguasai pasar dengan memanfaatkan digital marketing.

Secara garis besar, channel digital marketing itu sangat lah luas. Mulai dari TV, electric billboard, radio, apps, dan lain sebagainya.

Namun, pada guide series kali ini, kita hanya akan membahas channel internet marketing. Seperti memasang iklan di Google, Facebook, Instagram, melakukan SEO (Search engine optimization) salah satu cara yang tujuan utamanya adalah membuat website kita muncul di halaman pencarian search engine seperti google, social media marketing, email marketing dan lain sebagainya.

Sebagai pembuka pembelajaran, saya sudah membuatkan video introduction tentang bagaimana jadi pengusaha Online: dari mana saya harus memulai.

Video ini, sudah saya sarikan perjalanan 5-6 tahun terakhir saya mempelajari digital marketing dan bisnis online. Tonton baik-baik dan ini bisa membuka cakrawala pengetahuan Anda tentang bisnis online.

Apa yang Akan Kamu Pelajari?

Sudah tonton videonya? hmm kalau belum tonton dulu yah. Itu sangat penting untuk membuka cakrawala kamu sebagai big picture dari apa yang akan kita lakukan.

Ok, kalau sudah bagaimana pendapat kamu? Ada hal menarik yang membuka cakrawala?

oke, pada series guide kali ini, ada banyak sekali step by step atau hal-hal yang perlu kamu jadikan acuan. mulai dari mindset seorang digital marketer, cara melakukan experiment yang baik, framework yang saya sarikan dan cocok untuk diterapkan di bisnis, cara membuat atau mencari vendor produk anda, mengenal calon customer, personal branding dan juga cara-cara mencari traffic website.

Ini adalah awal dari perjalanan panjang Anda.

Ingat, jangan terburu-buru untuk mempelajarinya, cukup pelan-pelan saja, dalami satu per satu, resapi dan buatlah catatan Anda sendiri.

Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda, mungkin Anda cocok dengan membaca saja, atau mungkin mendengar atau mungkin harus ada teman diskusi.

Tenaang, di DigitalCube saya menyediakan semua channel untuk Anda.

Artikel, Video, ebook, dan komunitas private group DigitalCube juga saya sudah siapkan.

Selamat Belajar !


Siap untuk Memulai?

Pada guide series kali ini, kita akan membaginya menjadi 7 bagian besar. Mulai dari mindset sampai bagaimana cara Anda memaksimalkan traffic generationnya.

Mari kita mulai satu per satu.

Part 1: The Mindset

Sebelum kita membahas lebih detail tentang cara pembuatan bisnis dan lain sebagainya, untuk tahap pertama Anda harus memulainya dengan mindset atau pola pikir yang tepat.

Percuma memiliki skill dan produk yang bagus tetapi mindsetnya belum siap, mindsetnya masih malas-malasan, inginnya main, menunda-nunda dan lain sebagainya.

Nah pada kali ini, untuk menjadi seorang digital marketer yang handal, Anda setidaknya butuh 2 mindset penting: quantitative based marketing mindset dan experimentation mindset.

Quantitative Based Marketing

Quantitative based marketing makhluk apa ini?

Tenang, ini bisa kita chunk in satu per satu kok. jadi quantitative based marketing ini maksudnya adalah sebuah aktivitas marketing yang harus bisa kita analisa dengan angka.

Angka di sini bisa berupa jumlah traffic ke url bisnis anda, jumlah CTR, conversion rate dan lain sebagainya. Kalau anda bingung dengan istilah-istilah tadi, tenaang. Kita akan mempelajarinya satu per satu ke depannya.

Apabila kita bisa mentrack sesuatu dengan angka, maka kita akan bisa mengevaluasi sesuatu hal dengan baik. Kita bisa tau apakah performa iklan kita atau aktivitas marketing kita hari ini lebih baik dari kemarin, tetap stabil saja atau malah menjadi lebih buruk?

Jadi, pola pikir / mindset pertama yang harus kamu ingat adalah cobalah track semua aktivitas dengan angka-angka bisnis.

Experimentation

Mindset/pola pikir kedua yang harus Anda jadikan patokan adalah experimentation.

Makhluk apa lagi ini? tenaang, Anda baru ada di tahap awal.

Secara garis besar, experimentation adalah salah satu metode riset untuk mencari tau kausalitas atau hubungan dari satu hal dengan hal lainnya.

Sangat saya sarankan, ketika Anda mempelajarai suatu hal, jangan percaya akan suatu metode sebelum Anda mencobanya terlebih dulu.

Mengapa? karena setiap bisnis dan setiap produk memiliki karakteristik tersendiri. baik dari segi bisnis modelnya ataupun dari segi customer personanya.

Kenalilah customer base persona Anda setelah itu barulah cari channel yang tepat. Kalau Anda bingung bagaimana cara memilih channel pemasaran yang tepat Anda bisa mempelajarinya di sini: Memilih Channel Digital Marketing.

Part 2: The DCube Framework

Setelah memiliki mindset/pola pikir yang tepat, Anda harus memiliki metode atau cara-cara atau framework yang terbukti berhasil dan memberikan gambaran atau panduan besar terhadap bisnis Anda.

Framework di sini berupa, apa saja yang harus disiapkan di awal, bagaimana cara membuat bisnis plan, mengenal customer journey, membangun personal branding, traffic generation ideas dan step-step cara melakukan evaluasi.

Di DigitalCube, Saya membuat sebuah framewok yang bisa Anda ingat terus meneru sebagai gambaran besar dari Digital Marketing Framework yang bisa Anda lakukan, saya menyebutnya DCube Framework. Kita akan membahas lebih detail di artikel selanjutnya.

Part 3: How to Create Product/Market Fit

Pada tahap ketiga, Anda harus membuat product/market fit.

pada tahap ini, Anda harus membuat sebuah bisnis plan sederhana dengan metode business lean kanvas (link source: https://leanstack.com/)

Business Lean Kanvas

Saya telah membuat step by step rinci tentang cara membuat busines lean kanvas di sini: Business Lean Kanvas.

Value Ladder

Setelah membuat business lean kanvas, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membuat value ladder.

Konsep ini saya sarikan dari buku The Dot Com Secrets karya Rusell Branson.

Pada dasarnya, ketika brand Anda adalah suatu hal yang baru di dunia internet. Mungkin tidak banyak orang yang mengenal brand Anda.

Langkah yang perlu Anda lakukan adalah membuat sebuah rangkaian penawaran. dari murah terlebih dahulu, lebih mahal, lebih mahal lagi dan produk yang utama dengan harga paling tinggi.

Sebenarnya di sinilah letak bisnis yang baik, ketika orang baru melihat brand Anda mungkin saja tidak mengenal dengan baik siapa Anda, dan lakukanlah penawaran produk dengan murah terlebih dahulu untuk menurunkan barrier orang untuk mencoba. mungkin Anda bisa membuat penawaran awal dengan harga di bawah Rp 100 ribu.

Part 4: Customer Journey

Konsep esensial dari digital marketing adalah, Anda membuat sebuah offer yang menarik dan ditawarkan ke target market yang tepat.

untuk menentukan target market yang tepat, Anda perlu memahami bagaimana cara mereka bekerja (mencari sesuatu/membeli sesuatu) secara online.

di sini kita akan membahas 2 jenis teori dasar tentang consumer behavior secara online.

ZMOT Theory

untuk membaca lebih detail tentang ZMOT Theory anda bisa membacanya di sini: ZMOT Theory

Traffic Temperature: 3 Jenis Visitor (Cold Warm Hot)

Part 5: Personal Branding (Attractive Character)

Personal branding adalah tentang bagaimana image atau brand Anda ingin dikenal dibenak customer.

Pada part 5 ini kita akan membahas lebih detail tentang bagaimana membangun personal branding atau brand image dari produk Anda.

Part 6: Traffic Generation

Ada banyak sekali opsi traffic generation yang bisa Anda pilih berikut beberapa di antaranya:

  • Email Marketing
  • Search Engine Marketing
  • Content Marketing
  • Paid Traffic
  • Social Media Management

Mungkin, ketika Anda baru saja memulai bisnis online, Anda bingung memilih channel mana saja yang harus saya pilih ya. kalau itu menjadi masalah Anda, berikut ada tips tentang bagaimana memilih channel bisnis online.

Part 7: What To Do Now?

Anda ingin mempelajari setiap bagian di atas secara lebih rinci langsung dikirimkan ke Email Anda?

Anda bisa memulainya sekarang dengan Gratis, langsung saja klik gambar di bawah ini, lalu masukkan Nama, Email dan Nomor Telpon Anda untuk mendapatkan FREE COACHING 1-ON-1 Melalui Email bersama Ubaidillah Mughni.

Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai peluang bisnis online langsung bersama saya.

Yuk mulai sekarang, Selamat Belajar !

(Visited 622 times, 1 visits today)