Business Lean Kanvas – Metode Baru Penulisan Bisnis Plan Modifikasi dari Business Model Canvas

Hi, selamat datang di artikel series tentang membuat produk dengan brand Anda sendiri.

Perkenalkan nama saya Ubaidillah Mughni, saya seorang young digital marketer dan sudah berkecimpung di dunia internet marketing selama 5 tahun terakhir. Saat ini saya sedang mendevelop bisnis online di niche kesehatan, skin care dan kosmetik.

Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Apabila Anda ingin mengetahui saya lebih lanjut, bisa klik di sini. Nah cukup ya perkenalannya, ini bukan tentang saya tetapi ada yang lebih penting. Apa itu? ini adalah tentang Perjalanan Anda di dunia digital marketing dan di dunia bisnis online.

Note: Artikel ini adalah intisari pembelajaran tentang Lean Kanvas http://leanstack.com/ karangan Ash Maurya. Penulisan Lean Kanvas ini bisa diterapkan pada bisnis offline atau online yang akan kita buat.

Business Lean Kanvas – Metode Baru Penulisan Bisnis Plan Modifikasi dari Business Model Canvas

Pada saat ini, ada banyak sekali perdebatan dari kalangan expert atau seorang newbie yang memberikan statement bahwa untuk memulai sebuah bisnis yang sukses, “BAKAR SAJA bisnis plan mu”. Atau “jangan buat bisnis plan, ngapain juga sihh buat bisnis plan, toh nantinya juga akan banyak sekali perhitungan dan membuat kita bingung saja akhirnya dan kita tidak jadi Take Action”.

Apa benar? Ya ada benarnya juga apabila perhitungan kita terlalu rumit dan mendetail sehingga kita sendiri pun bingung akan hitungan bisnis kita dan menimbulkan perasaan takut rugi atau takut gagal. Namun, di lain sisi ada statemtn yang mengatakan bahwa bahwa “Tanpa sebuah rencana maka kita sama saja merencakan kegagalan”.  Nah kamu galau?

Lalu apa yang harus kita lakukan? Tidak usah pengertian bisnis plan itu? Hmm ga usah diambil pusing yah, karena yang terpenting adalah kita MEMULAI BISNIS-nya, bukan hanya MERENCANAKANNYA saja.

Kalau kita fun dengan tanpa rencana ya silakan, namun kalau merasa bingung karena tidak ada rencana, di bawah ini ada sebuah solusinya salah satu cara penulisan bisnis plan sederhana. Penulisan perencanaan atau lebih tepatnya pemetaan sebuah bisnis yang mudah dan simple yang bisa kita terapkan dalam menjalankan bisnis online dengan Business lean model.

Business Lean Kanvas yang bisa digunakan sebagai business lean startup – Source: http://leanstack.com/

Note: Artikel ini adalah intisari pembelajaran tentang Lean Kanvas http://leanstack.com/ karangan Ash Maurya. Penulisan Lean Kanvas ini bisa diterapkan pada bisnis offline atau online yang akan kita buat.

Lean Kanvas ini adalah pengembangan lebih lanjut dari metode bisnis model kanvas, totalnya ada 9 blok yang harus kita isi berdasarkan data-data yang kita ambil di lapangan. Bagaimana sih detailnya? Yuk kita mulai membuatnya sekarang.

Case Penulisan Business Lean Kanvas untuk Niche Skincare

Wati adalah seorang dokter kecantikan, ia ingin membuat sebuah klinik kecantikan online dengan merek “Dokter Wati Skincare”. Karena ia bingung harus mulai dari mana, seorang sahabatnya seorang praktisi bisnis menyarankannya untuk membuat perencanaan/pemetaan bisnis menggunakan metode bisnis lean kanvas. Ia juga sekaligus menyarankan step-by-step pembuatannya.

Note: Artikel ini adalah intisari pembelajaran tentang Lean Kanvas http://leanstack.com/ karangan Ash Maurya. Penulisan Lean Kanvas ini bisa diterapkan pada bisnis offline atau online yang akan kita buat.

Langkah Pertama: Tentukan Customer Segments yang Ingin Anda Targetkan

Pada langkah pertama, Anda harus menentukan terlebih dahulu siapa sih target market yang ingin anda targetkan terlebih dahulu. Bahasa lainnya adalah Customer Segments. Pada part ini anda bisa menargetkan berdasarkan demographic, psychographic, lifestyle atau behaviornya.

Seperti tempat dimana ia tinggal, jenis kelamin, jenis pekerjaan, umurnya, tingkat pendidikannya, jumlah pemasukannya setiap bulan berapa, dan lain-lain. Targetkan calon customer anda di sini sejelas mungkin. Lalu targetkan juga siapa yang akan menjadi fokus utama ketika produk anda sudah launch pertama kali.

Dalam kasus Wati, karena bisnisnya offlinenya sudah jalan selama dua tahun dan ia ingin mengembangkannya lebih lanjut, ia bertanya langsung kepada customer-customernya yang sudah ada.

Lalu ia menemukan bahwa targetnya adalah seseorang yang masih kuliah atau baru mulai bekerja yang penghasilannya antara 500.000 sampai 5 juta sebulan, berumur antara 18-30 tahun baik laki-laki dan perempuan. Fokus utama yang menjadi early adopters adalah mahasiswa yang berumur 18-22 tahun karena mereka lebih aware dengan teknologi.

Langkah Kedua: Tentukan Sebuah Problem yang Valid dan Cari Tahu Solusi yang Sudah Ada

Setelah itu, tulislah 1-3 “MASALAH UTAMA” dari customer segements anda yang sesuai dengan niche bisnis yang ingin anda bangun dan tulis juga apa saja sih solusi yang sudah ada di pasaran yang ditawarkan kepada customer segments anda.

Pada tahap ini, disarankan untuk langsung bertatap muka dengan customer anda yang sudah ada atau mungkin calon customer yang sesuai dan tanyakanlah mengenai apa sih masalah utama di hidup anda. Selain itu, tanyakan juga bagaimana saat ini mereka menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam kasus Wati, karena niche bisnisnya adalah kecantikan, ia bertanya kepada 10 orang via telepon dan menanyakan langsung apa yang menjadi masalah utama kulit anda. Ternyata jawabannya 9 dari 10 yang ia telpon adalah masalah Jerawat.

Selain itu ia juga menanyakan bagaimana cara customer segementnya itu menyelesaikan masalah tersebut. Jawabannya ada yang menggunakan produk pasaran seperti ponds, biore. Selain itu ada juga yang ke klinik offline seperti erha clinic, dokter kun, dokter wijaya dan Natasha skincare. Ada juga yang menggunakan dokter spesialis kulit di rumah sakit.

Langkah Ketiga: Tentukan Unique Value Proposition Bisnis Anda

Unique Value Proposition atau USP adalah keunikan bisnis anda dibanding competitor. Apa yang membuat bisnis anda unik di banding pesaing-pesaing anda?

Apakah harganya lebih murah, apakah produknya lebih aman, apakah prosesnya lebih dikontrol atau apa? cobalah pikirkan hal ini matang-matang, karena semakin unique suatu produk selain efektif menyelesaikan sebuah problem pastinya, ia akan semakin mudah diterima pasar.

Pada kasus bisnis Wati, karena ia adalah seorang dokter kulit spesialis, ia membuat statement “Hilangkan Jerawat Bersama Dokter Ahli” sebagai USP nya. Ia ingin membuat no. 1 online skin care di Indonesia yang satu-satunya ditangani oleh dokter spesialis kulit langsung.

Langkah Keempat: Tentukan Solution yang Anda Berikan pada Customer Segments Anda

Solution bukanlah sebuah produk atau jasa semata namun lebih pada keseluruhan proses a-z yang bisa ditawarkan pada customer segments anda. Apa sih solusi yang benar-benar anda berikan pada customer segments anda? Untuk menemukannya, anda harus jeli ketika menganalisa customer segments dan menanyakan top 3 problems mereka. Apabila anda bisa melakukannya dengan tepat, ke depannya bisnis anda akan lebih mudah.

Untuk Kasus Skincare Wati, ia memberikan sebuah solusi yakni sebuah action lists langkah demi langkah untuk menghilangkan jerawat dengan aman (actionnya di sini akan terekam medis secara lengkap dan akan dikontrol langsung oleh dokter ahli). Ini menjadi hal yang sangat menarik.

Langkah Kelima – Tentukan Channels yang akan Anda Gunakan untuk Menjangkau Customer Segments Anda

Channel adalah medium atau metode yang akan anda gunakan untuk men-deliveri solusi bisnis anda yang ditujukan pada customer segments anda. Penting untuk diketahui, anda harus meriset terlebih dahulu medium apa yang cocok untuk customer segments anda.

Seorang yang berasal dari generasi baby boomers mungkin saja tidak begitu tech-savy alias gaptek, jadi sangat penting untuk tidak menggunakan teknologi ketika mencoba untuk menjangkau mereka, karena mereka kurang aware dengan hal tersebut. Tetapi kalau targetnya anak muda (generasi x atau generasi y), anda bisa memanfaatkan sepenuhnya teknologi seperti internet, social media dan mobile apps.

Untuk kasus Wati, karena targetnya adalah mahasiswa yang berumur 18-22 tahun dan notabene sudah tech-savy, ia memanfaatkan blog, social media, youtube video, ebook, email marketing dan aplikasi chat seperti BBM, Whatsapp, Line dan SMS marketing untuk menjagkau customernya.

Langkah Keenam – Tentukan Revenue Streams Anda

Revene Streams adalah sumber pemasukan dari bisnis Anda. Untuk di awal ketika mengembangkan bisnis anda, tentukans aja dulu satu jenis revenue streams yang menjadi pemasukan utama bisnis anda. Mengapa? Supaya anda bisa fokus mengembangkannya dan hasilnya juga bisa optimal. Mungkin ketika bisnis anda sudah membesar, anda bisa menambahkan revenue streams kedua, ketiga dan seterusnya.

Kalau anda membuat sebuah paket produk, cobalah untuk meminimalisasi jumlah pilihan produknya. Sebagai contoh anda hanya menyediakan 1 macam paket produk dengan ekslusif dengan segala macam bonusnya. Atau kalau tidak, tambahkan saja minimal 2 macam paket produk berbeda, yakni paket premium dan basic. Mengapa? Supaya customer segments anda tidak bingung ketika memilih produk/jasa yang anda tawarkan.

Sebagai tambahan, di awal, cobalah untuk menentukan profit margin yang tinggi mungkin bisa 4x lipat harga modal atau seminimalnya adalah 2x lipat harga modal. Mengapa? Karena mungkin ke depannya anda akan menyiapkan sebuah skema affiliasi yang anda bisa mengambil banyak selisih profit juga.

Dalam Kasus Wati, ia menyiapkan sebuah paket perawatan yang khusus didesain untuk mengobati jerawat customernya. Ia menyediakan dua macam paket yakni paket premium seharga 500 ribu dan paket standar seharga 300 ribu.

Langkah Ketujuh: Tentukan Biaya-Biaya yang akan Anda Keluarkan

Yapp, benar sekali, biaya adalah hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Mengapa? Karena dengan mengetahui biaya yang akan dikeluarkan kita bisa mengetahui profit bersih dari bisnis kita. Secara garis besar biaya terbagi menjadi dua jenis, yakni fixed cost yaitu biaya-biaya yang tetap yang harus anda keluarkan setiap bulan seperti mungkin sewa ruko, listrik, karyawan, dll.

Dan yang kedua adalah variable cost atau biaya-biaya yang anda keluarkan yang jumlahnya tergantung dari jumlah barang yang terjual, sebagai contoh biaya untuk packaging, biaya solasi, biaya pulsa atau berbagai jenis biaya lainnya yang akan meningkat kalau barang yang dijual juga meningkat.

Dalam Kasus Wati, karena ia akan berfokus untuk menjualnya secara online, beberapa jenis biaya yang akan ia keluarkan diantarnya. Fixed Cost: sewa ruko 2 lantai, biaya hosting dan domain setiap tahun, biaya email autoresponder, biaya listrik dan biaya 3 karyawannya. Variable cost: biaya pulsa, biaya packaging obat.

Langkah Kedelapan: Tentukan Key Metrics yang akan Anda Kontrol

Key Metrics adalah sebuah KPI atau tolak ukur dari progress bisnis anda. Dengan key metrics ini akan sangat membantu anda dalam mengetahui progress dari performa bisnis anda setiap satuan waktu mungkin setiap hari, setiap minggu, setiap bulan atau mungkin juga setiap tahun.

Ketika mengetahui performa bisnis anda, benefit utama yang bisa anda dapatkan adalah, anda bisa melakukan decision making dengan lebih baik dengan strategi yang lebih baik karena anda mengetahui part mana yang harus menjadi fokus utama untuk perbaikan.

Dalam hal kasus pembuatan online skincare Wati, key metrics yang ia gunakan adalah, jumlah customer yang ia dapatkan (dalam hal traffic website dan juga email subscriber), revenus (jumlah penjualan paket obatnya), retention (seberapa banyak orang yang beli lagi dan lagi paket perawatannya).

Langkah Kesembilan: Tentukan Unfair Advantage Anda

Unfair Advantage adalah satu hal yang membuat competitor anda sulit untuk mengikuti bisnis Anda. Semakin banyak unfair advantage yang anda miliki, semakin tinggi barrier to entry (kesulitan untuk mengcopy) bisnis anda. Mudahnya, unfair advantage adalah kelebihan produk anda yang membuat bisnis anda superior jauh di atas competitor anda.

Kasus bisnis lean kanvas Wati Skincare, ia membuat beberapa list yang menjadi unfair advantagenya yaitu, ia adalah seorang dokter spesialis lulusan Amerika Serikat, ia sudah berkecimpung dunia kulit dan kecantikan sejak 10 tahun lalu, ia juga sudah memiliki ratusan customer jerawat yang berhasil ditangani dengan baik sejak tahun 2013 dan ia juga memberikan konsultasi gratis secara personal via website.

Picture 3

Putting It All Together

Sudah paham tentang tahap-tahapnya bukan? Business Lean Kanvas ini bisa berubah seiring berkembangnya bisnis anda. Semakin anda mengenal siapa saja customer segment anda, apa saja masalah utama mereka, kemungkinan business lean kanvas anda juga akan mengikutinya.

Ayo mulai buat business lean kanvas anda. Let’s Think Big, Start Small and Act Now!

Hi, Apa kamu Ingin mempelajari bisnis online dan bagaimana penerapan business lean canvas ini di bisnis Anda? yuk klik di sini: Start Digital Marketing

Kita akan membreakdown proses pembuatan bisnis online dengan framewok sederhana yang bisa Anda terapkan ke bisnis Niche apapun, the Dcube Framework.


Hai, Kalau Anda merasakan manfaat dari membaca artikel ini, jangan lupa ya untuk comment atau say hello melalui form comment di bawah ini. Masukkan dan saran Anda tentang artikel/content video apa saja yang perlu di bahas sangat membantu saya untuk Membantu Anda.

Cheerio !

(Visited 13,071 times, 36 visits today)

One Response

  1. Muhammad Askha Refsanjani July 17, 2019

Leave a Reply