7 Cara Menangani Negative Campaign Terhadap Brand Anda Secara Online

Di era online seperti saat ini, seperti adanya dua sisi mata pisau. Satu sisi apabila ada berita yang sangat baik yang mengundang viralitas, hal ini bisa menyebar dengan sangat cepat dan memiliki efek yang baik terhadap brand kita.

Namun, di sisi lain hal ini juga bisa menjadi boomerang, hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh orang yang hanya sekadar iseng, atau mungkin memang kompeittor kita yang ingin menjelek-jelekkan tentang brand kita dengan cara black/negative campaign.

Pada artikel kali ini kita akan menpelajari salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan juga menangani negative review dari competitor atau siapapun secara online.

Proses yang dilewati meliputi cara untuk mengumpulkan data-data secara online, baik itu berupa artikel, social mention atau apapun yang mengetikan atau membicarakan tentang brand Anda.

Setelah data dikumpulkan kita harus mengelompokkan, mana data yang positive dan juga mana data yang negative. Apabila ada sesuatu yang buruk yang menyebutkan tentang website kita, usahakan solve lah problem tersebut.

Sebagai contoh, dahulu saya pernah bertemu pemilik suatu brand skin care yang brand nya dicatut sebagai salah satu merek skin care yang berbahaya dan mengandung merkuri.

Langkah pertama untuk menangkis hal tersebut adalah kita harus benar-benar solve bahwa produknya tidak berbahaya, tetapi produknya sudah berbadan POM.

Setelah itu lakukanlah SWOT analys, research result (baca data yang dikumulkan, lalu buat campaign plan yang baru untuk menangkis masalah tersebut

Ayo kita mulai satu per satu.

1. Kumpulkan Data yang Terkait dengan Brand Anda

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah kumpulkan berita-berita tentang brand anda yang di mention atau tertulis secara online.

Dengan metode big data kita bisa menggunakan sebuah tool untuk mencari tahu apa-apa saja yang dimention oleh orang lain terhadap brand kita. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Social Mention

Social Mention mengumpulkan semua data di Blog, Micro Blog, gambar, video dan semua konten yang berkaitan dengan kata kunci yang Anda ketikkan di search box. Hal ini sangat berguna untuk Anda bisa melihat lebih dalam tentang apa yang dikatakan terhadap brand Anda dengan cara yang komprehensif.

  • Hootsuite

Melalui dashboard Hootsuite bisa memonitor, menjadwalkan, membuat campaign dan juga memiliki analytics semuanya dalam satu tempat. Hootsuite mengintegrasikan Twitter, LinkedIn, Facebook, Instagram, Youtube dan Google+. Hootsuite menyediakan versi gratis dan berbayar.

  • BuzzSumo

Buzzsumo mengumpulkan data seperti jumlah link yang mengarah ke website anda dan juga cuplkan konten yang diterima melalui social media dan juga melalui backlink. Data ini bisa membantu anda untuk menentukan format konten seperti apa yang berjalan dengan baik di setiap platform, memberi Anda beberapa ide yang bagus untuk web pages dan juga potongan konten yang menarik untuk direplikasi. Untuk menggunakan fitur ini gratis untuk beberapa link dan apabila Anda ingin melihat lebih banyak anda bisa menggunakan fitur berbayar.

Ada masih banyak lagi tool yang bisa digunakan, bahkan apabila anda berada di perusahaan besar Anda bisa membuat custom tool untuk scraping dan juga parsing data dengan lebih detail.

2. Kelompokkan Data yang sudah Terkumpul

Setelah semua data-data yang terkumpul berdasarkan tool pada tahap pertama, sekarang saatnya untuk mengelompokkan datanya menjadi lebih berarti. Kelompokkan data yang positive dan negative untuk mendeteksi topic-topik apa saja yang dibicarakand di masyarakat online (netizen).

Pengelompokkan seperti ini sangat penting untuk nantinya bisa kita tarik kesimpulan masalah apa saja yang sebenarnya berkaitan dengan brand kita.

Setelah mengetahui masalah terpentingnya, hal yang perlu kita lakukan adalah menyortir bagian mana yang memiliki bobot terpenting pertama, kedua, dst.

3. Pastikan produk Kita Sudah Menjawab Masalah

Sebelum kita membuat campaign komunikasi pemasaran yang baru untuk melawan issue yang ada. alangkah bijaknya Anda harus benar-benar dulu memastikan kalau produk/offer Anda sudah terbebas dari isu yang dituduhkan.

sebagai contoh, dulu ada kasus Indomie tidak bersertifikasi halal, hal pertama ya Anda harus buat dulu sertifikasi halalnya sampai benar-benar mendapatkan cap halal tersebut.

contoh lainnya, skin care study kasus yang sebelumnya sudah saya sebutkan. Label brand skin care yang berbahaya. untuk solve problem tersebut ya Anda harus benar-benar bisa menunjukan kalau brand anda ini adalah sudah memiliki izin badan POM. daftarkan ke BPOM dan dapatkan nomor bpomnya.

Kalau core solution dari isu yang ada sudah didapatkan, akan lebih mudah untuk membuat campaign komunikasi pemasaran yang baru.

4. Lakukan SWOT Analysis

Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan mapping dari masalah atau isu yang ada. kalau kita tarik garis lurusnya, SWOT analisis ini menjadi dua, S dan W yang berarti strength dan weakness ini lebih fokus kepada melihat kekuatan dan kelemahan dari brand kita.

Di lain sisi, opportunity dan threats lebih melihat kepada outsider atau kondisi external diluar perusaahan Anda. ini bisa menjadi market condition, kompetitor, future problems dan lain sebagainya.

Apabila ini sudah dilakukan, anda bisa mengumpulkan insight menarik tentang hal-hal yang bisa dijadikan sebagai bahan campaign komunikasi pemasaran yang baru atau bahkan competitive advantage yang baru dari brand Anda.

sebagai contoh, kita bisa memerhatikan ecommerce JD.ID yang membuat tagline #DijaminOri. hal ini didasarkan dari analisanya terhadap trend trust dari masyarakat yang sedikit menurun karena adanya kasus penipuan online.

5. Analisa Data Hasil Riset

Data sudah dikumpulkan, analisis SWOT juga sudah dilakukan. langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah membaca data hasil riset tersebut menjadi strategic plan considerations terhadap brand Anda.

beberapa pertanyaan yang bisa didapatkan diantaranya terkait:

  • Channel mana saja yang bermasalah, apakah di iklan TV (ada competitor yang menyerang), atau mungkin di search engine, di social media atau mungkin di Youtube. Mengetahui masalah ini bisa menjadi sangat penting bagi anda untuk nantinya menjadi core channel yang akan ada solve terlebih dulu apabila anda membuat campaign plan komunikasi pemasaran untuk solve masalah tersebut
  • Data kedua terpenting yang bisa didapatkan adalah competitive advantage atau tagline formulasi yang baik dan tepat karena didasarkan dari isu yang ditemukan

6. Buat Campaign Plan untuk Menjawab Masalah

Setelah melewati 5 tahap sebelumnya, langkah selanjutnya adalah membuat campaign komunikasi pemasaran yang baru.

Apabila anda sudah melakukan tahap-tahap yang disebutkan sebelumnya anda bisa membuat tagline yang tepat, campaign concept yang tepat, memilih brand ambassador yang tepat untuk menjadi sosok iklan Anda nantinya.

Sebagai contoh, waktu dahulu case Indomie yang diserang isu tidak halal, ia mencoba campaign komunikasi pemasaran baru dengan menjadikan ketua MUI sebagai sosok yang menjelaskan bahwa produk Indomie itu Halal.

Begitu juga dengan brand mu. apabila ada hal sensitif yang terjadi, pilihlah campaign yang tepat dengan tagline yang tepat dan ambassador yang tepat di saat yang tepat.

7. Test dan Ukur

Apabila semua hal sudah dilakukan, campaign baru sudah berjalan, langkah selanjutnya adalah Anda perlu track the progress brand campaign anda.

Anda bisa mengumpulkan data-datanya lebih lanjut, apakah negative motionnya masih ada atau sudah menghilang.

(Visited 72 times, 1 visits today)

Leave a Reply