5 Tahapan Membuat Produk Brand Sendiri | Maklon atau Private Label Kosmetik dan Skin Care

Editor’s Note: Hi, Saya Ubaidillah Mughni, passionate and digitalpreneur. Apabila kamu ingin mengetahui Saya lebih lanjut, check this out about me. Pada artikel creating your brand series kali ini kita akan membahas tentang tahapan-tahapan yang akan dilalui ketika Anda ingin membuat produk seperti kosmetik, skin care, produk dekoratif lainnya dengan metode maklon atau private label. Enjoy

Sebelumnya, apabila Anda belum membaca tentang 2 tips membangun produk brand sendiri dengan private label atau maklon Anda bisa membacanya terlebih dahulu di sini > Maklon dan Private Label Kosmetik.

5 Tahapan Membuat Produk Brand Sendiri | Maklon atau Private Label Kosmetik dan Skin Care

Anda sudah menentukan mau mengambil maklon atau titip merek saja?

Bagus!

Sekarang saatnya kita melihat tahapan-tahapan yang akan Anda lalui ketia bertemu dengan pabrik atau manufacturer partner Anda.

Biasanya, ada 5 tahapan yang akan dilalui, yuk kita bahas satu per satu.

1. Ideation

Ideation adalah tahap pertama dimana Anda mengumpulkan ide atau brainstorm ide produk apa saja ya yang ingin dibuat.

Apakah ingin membuat produk skin care? atau mungkin produk dekoratif seperti lip matte dan bedak? atau mungkin ingin membuat maskara? eye liner? eye brow pensil?

Kalau membuat skin care? bagaimana sih nanti konsepnya? apakah saya akan membuat produk skin care dengan konsep natural? dengan konsep halal products? atau produk skin care khusus untuk permasalahan tertentu seperti mengatasi jerawat dan juga anti aging?

atau mungkin produk skin care yang general dan semua ada?

YAP!

Tahap ideation ini memang sangat membutuhkan kreativitas, fokus dan diskusi bersama team dengan intens.

Pada dasarnya, ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan ketika proses ideation ini, namun salah satu tips ketika Anda baru memulai adalah coba untuk membangun team yang terdiri dari 2-3 orang yang akan fokus untuk mengonsepkan produk yang ingin Anda buat.

Brainstorm, melakukan riset pasar, trend seperti apa sih yang sedang IN saat ini di pasaran.

Cobalah untuk bergabung dalam komunitas skin care, simple saja, online pun bisa. Ada beberapa website yang bisa Anda jadikan sebagai rujukan seperti Female Daily.

Kumpulkan data sebanyak mungkin, supaya Anda dan team bisa mengambil keputusan yang baik untuk ke depannya, seperti branding concept seperti apa yang ingin dibangun, keputusan penentuan harga, saluran distribusi, channel pemasaran dan lain sebagainya.

Yang perlu anda ingat, proses ideation dan research ini bukanlah proses yang sekali dilakukan selesai begitu saja.

Namun proses ini adalah sebuah proses yang berkelanjutan dan bisa Anda update terus menerus seiring berkembangnya brand Anda.

Setelah Anda dan team mengumpulkan data-data penting, sampai mungkin membeli sample produk yang ingin anda jadikan contoh, baik itu dari segi packaging, manfaat, kandungan dan lain sebagainya.

Langkah selanjutnya adalah mengontak Partner Manufacture, usahakan jangan cuma mengontak satu partner manufacture saja, carilah sekitar 3-5 atau mungkin sampai 10, supaya Anda bisa mendapatkan gambaran besar serta mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing manufacture tersebut.

2. Consultation

Pada tahap ini, Anda bersama team dan manufacture partner akan bertemu dan berkonsultasi mengenai produk konsep dan juga hal-hal administratif apa saja yang harus Anda siapkan apabila membuat sebuah produk dengan brand sendiri.

Kekurangan dan kelebihannya, MOQ (minimum order quantity) atau jumlah minimum pemesanan, harga, biaya, MOU (Memorandum of understanding) atau perjanjian kerja sama, dan lain sebagainya.

Pada tahap ini, usahakanlah untuk selalu terbuka dan ceritakan konsep produk anda secara mendetail kepada manufacture partner, namun sebelum ke tahap yang lebih lanjut, pastikan terlebih dahulu manufacture partner Anda bisa di andalkan yah.

Beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan di antaranya:

  • MOQ (pemesanan minimal untuk produk yang dibuat)
  • Hal administratif apa saja yang harus disiapkan baik itu untuk Maklon dan juga untuk private label (titip merek)
  • Biaya
  • Bagaimana proses desain nya nanti? apa kena charge lagi atau free?
  • Bagaimana dengan packaging? stiker? dan dus setiap produk?
  • apa menyediakan after sales service nya?
  • berapa lama proses produksi setiap PO turun?
  • bagaimana proses pendaftaran HKI Brand anda? berapa lama prosesnya? berapa biayanya?
  • bagaimana proses pendaftaran BPOM? berapa lama dan berapa biayanya?
  • apakah bisa didaftarkan sertifikasi halal?
  • bagaimana kandungan ingredients nya? apakah sudah teruji?

itulah beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan setiap kali bertemu dengan manufacture partner. setelah anda menganalisa 3-10 manufacture partner yang akan dipilih, cobalah untuk membuat sample product kepada mereka.

3. Product Prototyping (Sample)

Tahap product prototyping atau sampling adalah sebuah fase dimana perusahaan partner manufacture akan membuat produk contoh dari produk yang ingin Anda buat.

Hal yang perlu diingat di sini adalah, ketika Anda sudah dikirimkan samplenya, usahakanlah selalu untuk menanyakan kandungan (ingredients nya), tekstur, warna, bau dan lain sebagainya.

biasanya perusahaan manufacture partner ada yang memberikan free sample ini sampai 3 kali ada juga yang gratis pada tahap pertama saja.

Namun mengeluarkan biaya di awal ini sangat penting (walaupun ada yang free). Mengapa? karena product sample atau prototyping ini akan menjadi cikal bakal produk Anda untuk ke depannya, jadi sedikit cerewet tidak apa-apa kok 🙂

4. Mass Production

Tahap selanjutnya adalah mass production. Jadi, setelah product protype yang dibuat Anda setujui, perusahaan manufacture partner akan mulai masuk ke fase mass production sesuai dengan quantity order yang Anda ajukan.

Biasanya, perusahaan manufacture partner akan meminta DP (uang muka) sebesar 50% dari total biaya yang dibutuhkan, lalu 50% nya lagi setelah produk akan siap dikirim ke Anda.

pada tahap mass production, produk akan dibuat dalam skala yang sudah ditentukan sebelumnya dengan proses manufacturing menggunakan alat pabrikasi. Pada tahap ini, sangat penting untuk menjaga kualitas.

Pastikan perusahaan manufacture partner Anda sudah memiliki sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice) untuk menjamin produk yang dibuat sudah aman.

5. Delivering

Ketika mass production sudah selesai, tahap selanjutnya adalah delivering.

Biasanya, perusahaan manufacture partner akan meminta Anda untuk mengirimkan biaya 50% sisanya lagi sebelum produk dikirim.

Pada tahap ini, cobalah untuk meminta manufacture partner Anda untuk membungkus produk dengan rapi dan aman, supaya tidak ada produk yang rusak 🙂

Sekian tips kali ini.


Hai, Kalau Anda merasakan manfaat dari membaca artikel ini, jangan lupa ya untuk comment atau say hello melalui form comment di bawah ini. Masukkan dan saran Anda tentang artikel/content video apa saja yang perlu di bahas sangat membantu saya untuk Membantu Anda.

Cheerio !

(Visited 1,378 times, 2 visits today)

One Response

  1. Muhammad Askha Refsanjani July 17, 2019

Leave a Reply